Romandhoni Nurrokhim dari Community Supra Patria Blitar anggota Federasi Supra Indonesia regional Jawa Timur mewakili MPM Honda Jatim berhasil meraih Juara 1 Community Advisor Category (Sport Class) pada ajang The 17th Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC) 2026.
Kemenangan yang dipersembahkan Romandhoni Nurrokhim ini sekaligus menjaga tradisi juara MPM Honda Jatim yang memiliki rekam jejak prestasi di kategori Sport. Sejak 2017, perwakilan MPM Honda Jatim secara konsisten menorehkan prestasi di Instructor Category (Sport Class). Tahun ini lewat prestasi yang diraih Romandhoni Nurrokhim kembali berlanjut melalui Community Advisor Category (Sport Class).
Romandhoni Nurrokhim sendiri belajar safety riding dari 2025 yang awalnya hanya datang saat ada kompetisi safety riding regional dan datang sekedar untuk meramaikan dan mengantar istri yang ingin ikutan. Namun ternyata dari sini awal ajakan dari Ilham salah satu instruktur safety riding dan juga PIC Honda Community Jatim untuk ikut.
“Waktu itu karena alasan pekerjaan dan istri pun masuk seleksi tahap awal jadi belom minat untuk ikut join dalam latihan,” papar Doni biasa disapa.
Memasuki seleksi tahap kedua, Resty sang istri yang gagal lanjut untuk masuk lanjutan pelatihan, membuat Doni bersemangat untuk mencoba.
“Saya giat latihan dan berhasil bisa masuk seleksi. Kemudian ikut latihan lanjutan. Kesungguhan ini membuahkan hasil dengan saya dipercaya untuk mewakili MPM Honda jatim di Community Advisor Sport di lomba Safety Riding Honda Nasional,” kata Doni.
Ikut kompetisi safety riding di Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC) 2025 menjadi pengalaman pertama. Namun belum berhasil podium.
Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC) diikuti yang kedua di tahun ini atau 2026. Doni makin giat berlatih untuk bisa mempersembahkan prestasi.
“Berbekal pengalaman di tahun sebelumnya serta kesempatan kembali untuk ikut dalam pemusatan latihan, jadi saya berusaha memaksimalkan skill serta mematangkan mental dan diri saya sendiri agar potensi yang saya miliki benar-benar siap untuk kembali berjuang di kancah kompetisi nasional tahun ini. Akhirnya di ajang Astra Honda Safety Riding Competition 2026 bisa juara,” ucapnya.
Ditambahkan Doni. “Di kompetisi nasional hard skill saja tidaklah cukup. Ada pun soft skill, kita di tuntut untuk bisa mendemonstrasikan, mengajarkan, mempresentasikan, dan mensosialisasikan tentang keselamatan dalam berkendara khususnya roda dua. Kita benar-benar diuji semuanya,” ucapnya
Strategi juga dijalankan Doni. “Jadi sebelum berangkat kompetisi nasional yang harus saya lakukan adalah menjaga konsentrasi tetap selalu fokus latihan ya latihan jika istirahat ya istirahat. Tak lupa juga menjaga konsistensi setiap latihan baik feel dalam berkendara lalu filling terhadap motor serta terus mengasah teknik yang sudah di ajarkan dan kuasai. Terbukti saat di nasional setiap modul meski ada tekanan mental dan atmosfer kompetisi yang kuat tapi karena dari latihan konsentrasi terjaga serta selalu konsisten dalam latihan. Tanpa kita sadari kita akan secara otomatis di bawah alam sadar melakukan apa yang biasa kita lakukan saat di latihan karena sudah sangat menguasainya dan yang penting tekniknya benar. Dengan itu saya bisa mengunci semua modul corse dengan nilai terbaik. Alhamdulillah,” papar Doni.
Setelah juara diraih Doni tak akan berhenti. “Setelah juara ini tugas saya adalah mengkampayekan, mensosialisasikan, menyebarkan, membagikan kepada masyarakat serta teman-teman komunitas tentang keselamatan berkendara dan tata cara berkendara yang baik dan benar. Agar ilmu yg saya dapat bisa bermanfaat bagi orang lain karena apa?... #CARI_AMAN biar happy!,” tutup Doni.