Pernahkah Brosis memperhatikan kenapa beberapa bagian motor terasa berat dan kokoh, sementara bagian lain terasa ringan dan fleksibel? Pemilihan material pada sepeda motor bukanlah hal yang kebetulan. Setiap produsen sepeda motor tentunya merancang setiap komponen dengan material yang spesifik agar motor memiliki performa optimal, ketahanan maksimal, namun tetap nyaman dikendarai.
Secara umum, komponen motor terbagi menjadi dua kelompok besar: bagian plastik dan logam. Material plastik ayau yang biasanya jenis ABS atau Polypropylene banyak digunakan pada bagian body atau cover motor. Kelebihannya adalah bobot yang ringan, tidak mudah berkarat, dan kemudahan dalam membentuk desain aerodinamis yang estetik.
Namun, untuk bagian yang membutuhkan kekuatan struktural dan tahan terhadap panas, logam tetap menjadi primadona utama. Nah, bagi Brosis yang ingin lebih paham tentang bagian motor kesayangan, mari kita kupas jenis-jenis logam yang paling sering atau yang sangat umum digunakan:
Baja adalah tulang punggung setiap sepeda motor. Hampir seluruh bagian rangka (sasis) terbuat dari baja karena sifatnya yang sangat kuat, kaku, dan mampu menahan beban besar serta getaran saat motor dipacu. Selain rangka, baja juga digunakan pada komponen mekanis seperti baut, mur, gir, dan rantai karena ketahanannya terhadap gesekan dan tekanan tinggi.
Jika baja adalah soal kekuatan, aluminium adalah soal efisiensi. Aluminium memiliki bobot yang jauh lebih ringan dibanding baja namun tetap kokoh. Brosis akan sering menemukan material ini pada bagian blok mesin, head cylinder, pelek (velg) casting wheel, hingga lengan ayun (swing arm). Penggunaan aluminium sangat krusial untuk menjaga bobot motor tetap ringan sehingga konsumsi bahan bakar lebih irit dan handling motor menjadi lebih lincah.
Material ini memiliki karakteristik mampu menahan panas dengan sangat baik. Itulah sebabnya besi cor menjadi material utama untuk komponen piringan cakram (brake disc) dan bagian dalam silinder blok. Piringan cakram harus menahan gesekan ekstrem yang menghasilkan suhu panas tinggi saat Brosis melakukan pengereman. Besi cor memastikan performa pengereman tetap stabil dan tidak mudah memuai atau berubah bentuk.
Sesuai namanya, material ini memiliki ketahanan luar biasa terhadap korosi. Biasanya, Brosis bisa menemukan stainless steel pada komponen knalpot atau baut-baut tertentu yang terekspos langsung dengan cuaca. Selain fungsinya yang teknis, material ini juga sering digunakan untuk memberikan tampilan yang mengkilap dan mewah pada detail motor.
Selain itu, ada beberapa material logam khusus yang memang dirancang untuk komponen sepeda motor sehingga tidak umum digunakan pada sepeda motor di Indonesia, diantaranya :
Memahami jenis material membantu Brosis melakukan perawatan yang tepat. Misalnya, bagian logam yang terekspos air hujan lebih rentan terhadap oksidasi dibandingkan bagian plastik. Oleh karena itu, penggunaan cairan anti-karat atau rajin membersihkan motor setelah terkena hujan adalah kunci agar logam-logam berharga di motor Brosis tetap awet dan tidak keropos.
Jadi, motor yang kita kendarai adalah perpaduan ilmu teknik yang canggih. Setiap logam dan plastik yang menempel memiliki peran krusialnya masing-masing demi keselamatan dan kenyamanan perjalanan Brosis. Dan selalu ingat untuk lakukan perawatan dan servis rutin ADV160 Brosis di bengkel AHASS agar ditangani mekanik berpengalaman dan jaminan suku cadang asli bergaransi. Gunakan layanan booking service untuk mendapat pelayanan bebas