Motor yang dibekali mesin berperforma tinggi (biasanya juga memiliki kompresi tinggi), umumnya mengaplikasi pendingin cairan dengan radiator.
Mesin berkompresi tinggi menghasilkan panas lebih tinggi pula. Karena itu dibutuhkan pendingin tambahan selain pendinginan dari udara untuk menjaga suhu mesin tetap ideal.
Motor-motor Honda menggunakan pendinginan cairan dengan radiator. Motor Honda ini antara lain Vario 125, Vario 150, Vario 160, Stylo 160, ADV150, ADV160, Forza, CB150 R, Sonic, CB150X, CBR150, CBR250RR, Supra GTR150.
Memaksimalkan kinerja radiator, pengecekan dan penggantian secara periodik pada cairan pendingin radiator atau radiator coolant penting.
Ganti cairan pendingin setiap jarak tempuh mencapai 36,000 Km. Meski masa penggantian cukup lama, pemilik motor tetap harus mengecek dan mengisi kembali cairan pendingin setiap 12,000 Km.
"Saat perawatan berkala atau service rutin cairan radiator ikut di cek," kata Teguh dari Technical Service MPM Honda Jatim.
Ketika dalam pengecekan volume radiator coolant kurang dari ketentuan maka ditambahi.
Cairan radiator yang diisikan ke radiator saat penggantian maupun penambahan untuk motor Honda sesuai rekomendasi pabrikan.
"Yang direkomendasikan pakai cairan pendingin radiator Honda," kata Teguh.
Jadi jangan asal menambahkan cairan pendingin atau malah diisi air. Karena cairan pendingin radiator atau coolant memiliki kandungan kimia yang disesuaikan dengan fungsinya.
Kandungan kimia yang terdapat di dalamnya berfungsi untuk menaikan titik didih agar tidak mudah panas dan mencegah karat.
Cairan pendingin radiator Honda memiliki kelebihan
-Anti Karat
Tidak menyebabkan karat & korosi pada radiator serta tidak merusak seal di dalamnya.
-Anti Kerak
Tidak meninggalkan sisa pada komponen metal yang ada pada sistem pendinginan.
-Anti Panas
Cairan yang memiliki titik didih tinggi, sehingga fungsi pendinginan menjadi maksimal.
-Anti Foam
Tidak menimbulkan pembuihan.
Penggantian atau penambahan cairan pendingin radiator di motor Honda pakai coolant Honda